Breaking News 505 Siswa SMK NU Ma'arif Kudus Ikuti Sosialisasi PAHAM AI, Belajar Jadi Pengguna Teknologi yang Bijak | Polres Kudus Gandeng SMA Negeri 1 Bae Tingkatkan Pemahaman AI di Kalangan Pelajar
Polres Kudus

Bekali Pelajar Hadapi Era Teknologi, Polres Kudus Gelar Pelatihan AI untuk 392 Siswa

Berita / - - Humas - 2026-09-14 13:12:03 - 31 views

#Headline
Bekali Pelajar Hadapi Era Teknologi, Polres Kudus Gelar Pelatihan AI untuk 392 Siswa



KUDUS - Polres Kudus terus mendorong peningkatan literasi teknologi di kalangan pelajar. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Training of Trainers (TOT) Program Paham AI yang digelar di SMK NU Ma'arif 2 Kudus, Senin (14/9/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh 392 siswa dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat setelah mengikuti rangkaian pelatihan yang berfokus pada pemahaman dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).


Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kabag SDM Kompol Prawito, mengatakan program ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda terkait penggunaan AI dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.


"Melalui Program Paham AI ini, kami ingin membekali para siswa agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab. AI harus menjadi sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan kompetensi generasi muda," ujar Kompol Prawito.


Menurutnya, para peserta tidak hanya dikenalkan pada konsep dasar AI, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai peran Trainer atau Master Trainer yang nantinya dapat menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada peserta didik lainnya di lingkungan sekolah.


Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pemahaman siswa terhadap teknologi AI, sekaligus menumbuhkan kesiapan calon trainer yang dapat membantu pelaksanaan pelatihan dan pendampingan Program Paham AI di sekolah masing-masing.


Kompol Prawito menambahkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan etika penggunaan yang baik agar manfaat AI dapat dirasakan secara maksimal oleh generasi muda.


"Kolaborasi antara Polri dan institusi pendidikan sangat penting untuk menciptakan generasi yang cakap teknologi, namun tetap bijak dalam menggunakannya. Kami berharap para siswa dapat menjadi agen literasi AI di lingkungan sekolah maupun masyarakat," pungkasnya.


Salah satu peserta, Wahyu Maulana, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, selama ini AI hanya dikenal sebagai alat untuk mencari informasi, namun melalui pelatihan tersebut ia memahami bahwa teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan meningkatkan kreativitas.


"Saya jadi lebih paham cara menggunakan AI dengan benar. Ternyata AI bukan hanya untuk mencari jawaban, tetapi juga bisa membantu membuat ide, belajar lebih cepat, dan menyelesaikan tugas dengan tetap memperhatikan etika serta tanggung jawab," ungkapnya.